Rocket Bunny FT86 with Rotiform HUR

Ini adalah suatu proses perkembangan wujud pada Rocket Bunny FT86 Kiki Anugraha yang melibatkan perubahan penampilan fisik dan/atau struktur. Ya… sebuah metamorfosis, meski tidak merubah tampilan warna mobil tapi style yang dianut Kiki sekarang beranjak ke permainan yang lebih serius dan ekstrim. Beberapa kali disinggung, apakah berminat ganti warna mobil, “Papi… mobil ane dari dulu warnanya putih, warna kesukaan ane…” tutur Kiki sembari tertawa tanpa henti.
Setelah bosan dengan Street Racing style bermodalkan Work CR2P Stancenation Edition, kali ini Kiki mencoba bermain dengan fitment game yang dianut oleh cambergang, dappers, or whatever you name it…, yang jelas semakin rebah dan semakin lebar, membuat semua orang menoleh.
Berbicara dalam fitment game, design & brand is the key of success, walaupun fitment maksimal namun mengenakan velg keluaran lama, ibarat model catwalk dalam dunia fashion, kamu tidak akan melangkah dalam Paris Fashion Week, sorry you are out of date. Filosofi tersebut berjalan searah dengan industri otomotif, ada yang bisa membantahnya?
Minus Camber selalu menjadi sebuah kontroversi di social media, love it or hate it, how about you? You would say ‘Dat ass’ or you are form follow function principles?
Pilihan Kiki tertuju kepada Rotiform HUR, bagaimanapun saya sedikit tertawa dengan ucapan seorang teman “Ini pasti desainernya nyontek dari kunci dop BBS”, yes… saya pun sependapat dengan bentuk spokenya yang menyerupai kunci dop BBS yang sangat unik.
Selain desain dan brand, tentunya ukuran menjadi faktor besar dalam fitment game, kamu bisa lihat Rotiform HUR 3 piece forged ini memiliki kemiringan spoke (concavity), dan lips bertingkat (elevated lips).
Tailored Made yang berkesan diukur dari badan, tapi saya ucapkan Bespoke, yes made to order (custom made) by Permaisuri, Kiki memang memesan fitment yang memungkinkan velg tersebut untuk terlihat celong dan concave, visual tersebut didapatkan dengan dimensi 19×11″ et -40 dan 19×13″ et-38, velg tersebut mendarat di markas Permaisuri di jalan Mahakam 1 no:5 dalam waktu satu bulan setengah, jika dihitung dalam skala pabrikan ‘Rotiform’, jelas ini dikategorikan sangat cepat mengingat SEMA sudah didepan mata dan antrian velg sangat panjang! Yes, ini spesifikasi yang gila! Lantas bagaimana nasib overfender Rocket Bunny yang telah menempel? Ini lebih gila lagi, for the sake of originality, Kiki bersikeras merobek overfender Rocket Bunny aslinya, dimana orang lain tentu akan berpendapat bahwa lebih baik di-copy dengan material fiber dan di-expand, tapi tidak demikian yang terjadi. Vino dari Platinum mendapat mandat untuk mempertahankan overfender tersebut lalu dilebarkan dengan natural look, dan hasilnya? Awesome walaupun delivery timenya diambang batas pada car show Elite di Ice BSD.
Recaro SR7 terlihat terpasang rapi dalam kokpit 86 ini, ya seakan modifikasi tidak boleh terlewati dalam semua aspek.

Specification
Suspension :
Ksport coilover & Bagged 2 channel
Airlift Management System
Viair corp air compressor
Cusco Camber Kit
Cusco Lower Arms
Cusco Power Brace
Cusco Under Brace
Cusco Front Strut Bar
Cusco Rear Strut Bar
Alcon Big Brake Kit 350mm 6pot & 4pot

Exterior :
Full Rocket Bunny 86/FRS/BRZ Wide Body Aero Kit Version 2
Varis Toyota 86/ZN6 Carbon Fiber Cooling Bonnet repainted to Satin White Pearl
OEM Scion FRS Emblems
Carbon Fiber Side Vents
OEM 86 Facelift 2017 taillights

Interior :
Recaro SR7
Carbon Fiber door handle trim
Carbon Fiber Shifter Trim
Carbon Fiber Steering Wheel Trim
Carbon Fiber Dashboard Trim
Carbon Fiber AC Trim
TRD Red Engine Start Button
TRD Door Stabilizer
Cusco Handbrake Button
86 Logo Steering Wheel, Originally Was a Toyota Logo

Audio
JBL. Split GT 608C Speakers
Rockford Fosgate Power 300,4
Rockford Fosgate P1. 10” Subwoofer

Engine :
CUSCO Intake Hose
CUSCO Oil Catch Can(OCC)
CUSCO Battery Tie Down
SAMCO Radiator Hose
SARD Carbon Intake Pipe
SARD Cooling Reserve Tank
ARC Super Induction Box
Carbon Fiber Engine Cover
Carbon Fiber Fuse Box Cover
Carbon Fiber Pulley Cover
Carbon Fiber Generator Cover
TRD Radiator Cap
TRD Fuel Cap Cover
Tomei Unequal Length Exhaust Manifold Non-Resonator
Powerhouse Amuse Titanium R1 STTI Full Exhaust System
AVO Silicon Sound Pipe
Pivot Throttle Controller
Pivot MegaRaizin
Toda Coils

Wheels :
Rotiform HUR 3pcs deep concave rivet exposes with elevated lip and special color
Face : brushed monaco copper
Lip : gloss monaco copper
F : 11/19 et -40
R : 13/19 et-38
Toyo
F : 265/30/19 T1sport
R : 315/25/19 T1R

Suzuki Akira Specification

Jika kamu adalah penggila motor, Thai Suzuki Motor Company menyediakan beberapa varian Suzuki Akira yang adalah sebuah teknologi mutakhir sebagai jawaban akan kebutuhan semua orang, Suzuki Akira berevolusi menampilkan motor kecil di Thailand dengan dedikasi, penelitian mendalam dengan teknologi modern, Pada saat itu mengingatkan kembali Suzuki Magic yang adalah motor kecil yang sangat khas.
Mesin memiliki sudut 39 derajat dengan volume silinder 110cc, piston x stroke = 54x48mm, yang memuntahkan 14,9 horsepower di RPM 8000, tenaga yang berada diatas sepeda motor yang ada di pasaran, dengan teknologi baru Cool Jet Cooling System yang adalah sistem pendinginan yang unik dari Suzuki pada periode itu.
Teknologi PECS yang sudah dipatenkan memungkinkan gigi berganti disegala kecepatan tanpa sentakan, ini yang membuat transmisi terasa halus, memberikan pengalaman mengemudi yang nyaman, dan cocok bagi setiap anggota keluarga.
High-Torque SCAF wheelbase bersinergi dengan performa yang luar biasa pada mesin, Suzuki Akira juga membanggakan keunggulan Suzuki Akira dengan penggunaan SCAF frame, yang adalah hasil dari desain komputer yang telah ditest oleh FEM, ini lebih tahan terhadap torsi dan tekanan torsi dari mesin yang bertenaga, Suzuki Akira adalah satu-satunya motor mini-sport yang menggunakan teknologi frame ini.
S hypershock monoshock dikembangkan dengan teknologi modern. Suzuki Akira meluncurkan fenomena lain di dalam dunia sepeda motor di Thailand.
S hypershock monoshock meredam guncangan motor kecil Suzuki, peredam kejut ini memberikan bobot yang lebih ringan dan berkendara yang lebih nyaman, dan stabilitas saat menikung dibandingkan dengan dual shock system, dan pada saat itu Suzuki Akira adalah satu-satunya motor sport yang menggunakan Single Shock Absorber.
Sangat aman dengan disc brakes, sporty meningkatkan kesempurnaan dalam berkendara, Suzuki mengusung pengereman dengan dua piston kaliper dengan diameter disc brake 27mm, yang mana lebih besar dibandingkan dengan motor kecil lainnya, keselamatan tinggi dalam pengereman darurat.
Ban sporty, dengan desain menarik dan sempurna untuk jalan basah dan kering, meningkatkan kestabilan ketika mengendara dalam kecepatan tinggi.
Speedometer baru dengan indikator bulat, Instrumen yang lengkap, Suzuki akira adalah satu-satunya motor kecil dengan indikator yang bekerja memantau mesin dengan indikator percepatan yang jelas untuk melihat posisi dalam kegelapan, ini adalah fitur unik lain yang dimiliki oleh semua motor setipe pada pasar waktu itu.

Suzuki Akira RU110
Mesin
2 tak, Crankshaft, 6 piece Valve Cooling System with Jet Cooled.
110cc cylinder displacement
Piston, Crankshaft 54x48mm
Suzuki CCI Sistem Lubrikasi
Karburator Mikuni VM18SS
5-kecepatan Transmisi Otomatis
PECS Clutch System
CDI Ignition System
Kick Starter System
4,8 liter Kapasitas Tangki Bensin
CCI Kapasitas Oli 1,1 liters
Tenaga Kuda 14,9 horsepower pada rpm 8000
Torsi Maksimum 1,43kg pada rpm 7000
12 Volt Baterai
Sasis
Panjang x Lebar x Tinggi : 645x1800x935mm
Wheelbase : 1243,7mm
Undercarriage height : 112mm
Jarak putar minimum adalah 1922,9mm
45 derajat sudut putar
26 derajat sudut castor
Tinggi Jok 711,6mm
Berat Kosong 96,2kg
Brake System (220)
Brake Drum System (110)
SCAF Frame System
Shocked Telepathic Face,
Suspension Shock Single S.Hypershock
Ukuran Ban 2.25 – 2.50 17

Suzuki Akira 120 Daytona

Artikel Suzuki Akira 120 Daytona ini gue buat dari banyaknya pertanyaan yang mengalir dari Facebook group, seperti “1.abis berapa bikin Akira?, 2. beli body dimana?, 3. berapa harga bodynya? 4. P&P gak sama Satria?”, dan beberapa pertanyaan-pertanyaan 5. straight to the point “asli atau palsu?” Terkadang pengen jawab, tapi males ketik panjang lebar juga di comment, tapi dilain sisi rasanya perlu juga untuk di-publish untuk menjawab netizen. Mengenai embel-embel Daytonanya? ah…itu hanya untuk mencirikan atau membedakan dengan Akira yang ada sebelumnya/selanjutnya yang akan muncul di Indonesia satu hari nanti.
Rasanya wagu untuk menulis sebuah artikel tapi milik pribadi, jadi gue akan buat artikel modifikasi Suzuki Akira 120 Daytona ini dengan blog style dengan gue-elo, casual, bercerita, tapi tetap informatif buat yang pengen bikin Suzuki Akira di Indonesia.
Ok, kita mulai sejenak, kenapa Suzuki Akira yang gue bangun? Awal mulanya gue memiliki Suzuki RK Cool 110cc, dan pada saat itu gue mencetuskan & mengelola sebuah group jual-beli di Facebook Bursa Suzuki RK Cool (BAKUL) ditahun 2014 bersama Adi Nuryanto selaku founder Facebook group Coolriders Indonesia dan Rocky Irawan sebagai admin-nya, pada tahun 2016 muncul postingan beberapa pedagang parts dari Thailand (ya sebagian ada pedagang langsung yang memang memiliki toko, namun sebagian besar adalah makelar yang lebih kreatif menyajikan banyak parts-parts menggoda, mereka ini gak punya toko tapi rajin hunting barang tua dan dijual online.) Fenomena makelar online ini juga sudah menjalar di Indonesia just FYI.
Oke kita lanjut lagi ke topik, pada saat di group tersebut muncul postingan body set Thailand domestic market Suzuki RK Cool, berwarna merah kombinasi hitam, biru kombinasi hitam dan hijau kombinasi hitam, silver kombinasi hitam, dan beberapa body set juga untuk Suzuki Akira & Stinger. Awal melihat iklannya, rasa-rasanya ragu untuk beli, maklumlah bahasa Inggris penjual Thailand itu kurang bagus, selain itu juga orang ini baru aja jualan di grup, krisis kepercayaan tentunya besar, gue ajak transaksi pakai Paypal dia gak mau, akhirnya setelah gue putuskan untuk nekat transaksi Body RK Cool Merah kombinasi hitam dengan Western Union yang seperti penjual tawarkan, tapi gue terlambat 1 hari, udah ada orang yang beli, Paragraph ini jawaban pertanyaan nomor 2.
Ok, kita samain persepsi dulu, tujuan beli body dari Thailand tentunya untuk tampil beda dong? yes pastinya semua pembeli harapannya seperti itu walaupun pada akhirnya sekarang sudah keluar stripping motif Thailand karya pengrajin stiker lokal, dan gue udah pasang, biaya yang dikeluarkan kurang lebih IDR 200.000 harga stiker dan 600.000 jasa pengecatan. Hasilnya? Jangan berharap bisa sepresisi yang original tapi ya cukup menghibur. (Gue belom pernah transaksi sama Aan Bagong diatas ini, gue pernah beli dari online shop di Instagram hehehe…)
Nah daripada gue gak beli apapun demi mewujudkan mimpi punya motor yang tampilannya beda sama yang lain, gue beli body set untuk Akira M 120 (Cowling, Legshield, Cover Left & Right, Front Fender) itu gue tebus (seharga sekitar hampir 3 jt IDR pada saat itu kurs baht sekitar >350), warnanya ungu biru/sebaliknya, karena memang warnanya seperti lembayung, sometimes ungu banget, sometimes biru. Paragraph ini jawaban pertanyaan nomor 3.
Project ini emang sama sekali gak direncanain, punya Satria 120 pun setelah beli body set, bener-bener dadakan, dan beli tiket pesawat juga setelah beli Satria, saat itu gue cuma naif semuanya akan mudah dengan bekal pengalaman pernah merestorasi & modifikasi mobil. Gue langsung cari apa aja yang harus gue beli baru supaya hasil akhirnya terlihat fresh, seperti speedometer, headlight, brake lamp, rear fender, 2t oil tank, cover legshield, seat assy with bracket and tow, ignition key & rear lock, rear handle , under-cowling, wiring harness, kurang lebih habis (4,5jt IDR).
Setelah gue beli barang-barang tersebut dari berbagai website online Thailand, salah satunya yang terbesar adalah kaidee.com (forum olx nya thailand), gue masih belom yakin gue udah beli semua yang gue butuhin untuk konversi Satria ke Akira, konklusinya dengan bantuan teman di Thailand gue beli Suzuki Akira yang masih utuh (seharga 2jt IDR) include ongkir ke Bangkok dengan kondisi memprihatinkan.
Setelah barang-barang komplit perjalanan ke Thailand dimulai, gue sangat berhutang budi dengan teman gue, karena jumlah total belanjaan ada 8 dus, setiap hari dia harus angkut 1-1 naek motor dari kantornya ke rumah karena shipping address pembelanjaan diarahin ke kantornya.
Gak berapa lama gue ke bengkel untuk strip-off Akira yang beli disana, dipretelin satu-satu kurang lebih jasa seharga (500.000 IDR), gue bisa dapetin tangkinya, front end suspension, used speedometer dan pernak-pernik yang memang susah dicari. (That’s why gue sekarang punya 2 set body, Suzuki Akira versi body yang pertama merah dengan spesifikasi RU110 dan Suzuki Akira Young).
Karena ukurannya besar chassis gue tinggal di rumah temen gue di pinggiran Bangkok, tapi mesin pengen gue bawa karena transmisinya 5 percepatan dan ada slot untuk cable RPM ke speedometer. Gue maksimalin packaging semua parts dalam 2 buah box besar.
1 untuk gue hand carry (lolos tanpa bayar pajak sepeserpun… gue juga bingung), dan 1 lagi machine parts gue kirim via air post yang menghabiskan ongkos kirim sekitar (1,5 jt IDR) (which is ini ketahan di bea cukai dikirimin surat yang isinya harus datang bawa surat nomor pengenal importir, ribet lah akhirnya sia-sia dan hangus), ya udah sementara pake mesin Satria aja gak apalah pikir gue.
Setelah sampai Jakarta, gue towing Satria yang gue udah dapetin ke bengkel temen lama gue SAS Bodywork, bengkel restorasi dan modifikasi mobil, dia yang fitting body Akira ke chassis Satria 120R lumba, disana baru ketauan bahwa chassis Satria 120R dengan Akira jauh berbeda, nah ini informasi yang butuh pembaca tau, kalo ada pertanyaan “Plug and Play gak bro body Akira ke Satria 120R?” Kagaaa brooo….. pusing dan kusut tukang las nya, mentok sana-sini bro, rumah Aki di chassis Satria itu besar sekali dibanding rumah Aki chassis Akira, solusinya rumah aki bagian bawahnya dipangkas, dikecilin lagi ukurannya mengacu ke panel plastik dibawah jok yang gue bawa dari motor copotan, trus masalah barunya ya harus nambah panjang chassis di sekitar rumah aki tersebut, lalu posisi chassis setelah rumah aki ke belakang juga kepanjangan harus dipotong karena buntut Akira itu pendek. Belum selesai sampai sana ukuran tangki bensin juga jauh lebih ramping, posisinya pun mundur, kalau engga dimundurin, body gak akan bisa masuk, dan parts copotan dari Thailand pun akhirnya bisa digunain semua.
Butuh waktu 1 minggu untuk konversi ini sampai body bisa ngeplak kepasang semua. (Biayanya? 2 juta IDR include towing.) Ini jawaban untuk pertanyaan nomor 4.
Selesai dari bengkel las, motor gue gendong lagi ke Autolook di Kebayoran Lama, bengkel spesialis pengecatan mobil, mulai dari mobil biasa sampai dengan Lamborghini & Porsche RWB, mereka jarang banget kerjain pengecatan motor, kecuali kerabat. Disini gue dan Dana selaku kepala bengkel brainstorming bareng mulai dari konsep road race tapi untuk daily use , sampai dengan tentuin color scheme, Blue/Purple, Gold, Red, disini juga masih pengerjaan chassis, merubah lubang dudukan footstep dari Satria ke Ninja R 150, custom front end suspension karena menggunakan kaliper Brembo 4 piston, kaliper mentok velg, solusinya dibuatkan spacer antara disc brake berukuran 300mm dengan velg, selanjutnya disc mentok bottom shock juga, akhirnya bottom shock berkorban dipapas supaya roda depan bisa berputar, dengan clearance sekitar 1mm. Pembuatan bracket CnC untuk kaliper depan dan belakang, pembuatan tulang untuk cowling/batok depan, setelah semua selesai rangka masuk oven untuk pengecatan. (Biaya yang gue abisin disini sekitar 3jt IDR include towing.)
Setelah selesai akhirnya motor dibawa ke bengkel Clio Racing di Manggarai Utara untuk , pasang cable body baru dan setting lampu-lampu supaya hidup, check up mesin + tune up habis (500.000IDR) darisini juga gue tau bahwa blok gue udah OS 150 baret parah, akhirnya gue lepasin roda depannya dan gue gendong naek Jazz, ini motor udah kenyang naek towing, bangkrut gue lama-lama hahaha!
Akhirnya pulang juga lah motor ini, tinggal urusan ganti blok mesin copotan OS50 Satria yang masih perawan komplit piston dan head (600.000 IDR), urusan printilan asesoris, kayak papas jok, ganti kulitnya, lalu pasang master rem, selang rem, dan chrome beberapa parts yang memang rasanya harus di chrome, dan menempel beberapa stickers (kurang lebih ada habis 400.000 IDR)
Walaupun masih jauh dari kata ‘selesai’ tapi burtor 2017 lalu jadi debut pertama motor ini, thx banget om Nanta udah semangatin supaya ikut Burtor (Suzuki Coolnya paling keren se-indo). Walaupun lebih banyak dukanya kalo diceritain daripada sukanya, tapi cukup senang bisa menambah warna baru dunia 2 tak Indonesia, kedepannya bakal gue selesain sampe bener-bener proper, kebut dan safety.
Btw mengenai pertanyaan abis berapa, terus terang gue agak sucks dan males mengenai angka-angka dan berhitung, tapi setidaknya dengan angka-angka diatas ada gambaran budget aja buat yang pengen bangun Suzuki Satria 120R jadi Suzuki Akira 120, harga jasa bengkel tentunya relatif tergantung bengkel mana yang kerjain dan budget juga akan berubah saat menentukan performance parts dari brand apa aja yang akan dipakai.
Nah artikel ini juga buat ngejawab pertanyaan si mas ganteng mengenai ini Akira asli apa palsu? hehehe ini palsu tapi ampir semua parts yang nempel original koq, sisanya cuma rangka, sama crankcase include ratio yang semuanya gue lagi urus untuk masuk ke Indo, satu lagi info yang gue mau kasih tau, sehebat apapun konversinya chassisnya gak akan bisa 100% sama seperti Akira, karena dimensi chassis yang berbeda jauh. Sebagai penutup ini adalah jawaban pertanyaan nomor 5.
Spec
Satria 120R 2002 Kenny Robert
Suzuki Akira Young M120 OEM Argentina Livery body set
Suzuki Akira OEM Front End Suspension except Inner Tube Suzuki RK Cool
Footworks : Daytona 3 spoke 17×1,60 front & rear, IRC Razzo 221 90/80 front & rear, Brembo RC19 Master, Brembo 4 piston front Caliper, Daytona front disc brake, Daytona brake hose front and rear, Brembo accesories rear Caliper, accesories rear disc brake.
Drivetrain : Daytona Chain Set, Daytona Duralumin Sprocket 415-47, TK Racing 415-17 Front Gear
Cockpit : Daytona Quick Throttle, Daytona Handfat.
Engine : Stock OS50, DBS exhaust (Genuine/Fake i don’t know, i bought it 2nd condition)

Chief Junior Pomade ads | BTS

Group Shoot Kids Junior Pomade for print ads, well bisa dibayangin, untuk portrait satu kids aja kadang gak semudah yang kita pikir, ada yang moodnya baik, ada pula yang moodnya jelek karena namanya anak kecil itu ga bisa ditebak, harus ada trick2nya supaya mereka happy, dan… mood baik tersebut gak bertahan lama, so… bayangin ada 4 kids untuk project ini, shoot harus cepat dan wajib burst shoot untuk dapat semua momen terbaik.

The Power of Emak2
PR kedua adalah ibu-ibu dari kumpulan anak ganteng ini semua merapat banget mengerubungi lokasi shooting dengan gadgetnya, meanwhile gue jadi mati gaya, mau dikasih tau… ini emaknya sang model loh, ya jadi gue berupaya semaksimal mungkin dengan ruang gerak terbatas dan kebocoran sana sini di kaca.

New Zealand Pre-Wedding | After the Winding Road – Robin and Ririn

Winding Road selalu terlihat indah dalam komposisi foto, Tapi dari perspektif roadtrip yang panjang akan terasa melelahkan, tantangannya adalah menaklukan setiap kelokan, dengan mengcounter gaya dorongan dari belokan itu tersendiri, ini bukan sebuah fairy tail, tapi sebuah perjalanan…
“Chong, lu masih foto2?” sebuah pertanyaan yang straight to the point untuk merajut sebuah tali persahabatan yang terputus selama 4 tahun “Gue mau married tahun depan, lu bisa fotoin gue?”
Ya, itu adalah Robin Gunawan, teman seperjuangan di FH Tarumanagara 2008, muka ganteng, badan tinggi ala-ala Korea & jago maen basket, singkat kata modal baguslah untuk jadi buaya kampus.
Robin sering ikut gue waktu kompetisi lomba fotografi as a lighting assistant, dia pegang payung dan strobe, dan dia sering digodain sama spg car-show yang cantik dan sexy.
Gak berpikir dua kali gue mengiyakan dan memulai brainstorming, pengaturan timeframe dan menunggu pergantian musim dingin di New Zealand, sembari nyelesain S2 public Notary yang gak berguna karena aturan zonasi itu.
April 2010 Robin menjalin hubungan dengan Ririn, sebuah romansa SMA yang terwujud, pertemuan mereka sekalian menjauhkan hubungan kita, karena dia sibuk pacaran, gym dan basket, dan gue sendiri sibuk dengan pekerjaan fotografi.
2013 Robin lulus, dan mulai bekerja, selang 2 tahun ia berangkat ke New Zealand menyusul Ririn untuk melanjutkan pendidikan di Auckland. “Cuek dalam hubungan tapi pekerja keras” tutur Ririn mengenai Robin, namun karangan bunga dan cincin valentine sempat mewarnai hubungan mereka walaupun Robin bukan tipe yang pintar  merangkai kata.
Sementara “Keras kepala dan Tahan banting” menjadi sifat Ririn yang terbersit pertama kali di kepala Robin, itu yang membuat hubungan mereka bertahan selama 7 tahun dan berlanjut di pelaminan.
“Gue mau viewnya keliatan jelas, kalau close up, gak perlu jauh-jauh di Jakarta aja” pesan Ririn, sebuah brief yang singkat padat dan jelas
Gue setuju, dan memang landscape akan lebih menarik ketimbang portrait dominasi dalam gambar di New Zealand
SAKURA! gue gak pernah menduga, ada taman Sakura di New Zealand! btw kalo lu pergi roadtrip South Island, lebih baik lu stock minuman alcohol di Christchurch ini, jauh lebih murah ketimbang begitu lu sampe ke Queenstown
Salah satu mandatory shot, yaitu menikmati milky way di Church Good of Shepherd dikala malam hari dengan temperatur dibawah 0 derajat dengan hembusan angin Lake Tekapo, priceless!
Menyusuri tepian Lake Pukaki dengan refleksi gunung es yang terlihat magis
Dibalik foto-foto ini, sebenarnya terlalu banyak kata-kata yang gak mungkin diucapin fotografer pre-wedding umumnya berbagai makian-makian yang gak dimengerti penduduk lokal, tapi justru hal-hal seperti itu yang bikin senyuman muncul dan menghilangkan kejenuhan dan kelelahan prewedding sesi ini